Peresmian SPPG Dapur MBG Kendangsari: Dari Dapur Sederhana, Lahir Harapan Besar Untuk Generasi Sehat di Kecamatan Tenggilis Mejoyo
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Media Indonesia Times dengan traktir.
Bertempat di Jalan Kendangsari Gang Lebar 143, Kelurahan Kendangsari, peresmian ini menjadi tonggak penting dalam upaya menghadirkan akses gizi yang merata sekaligus membangun ekosistem sosial yang lebih berdaya.
Program MBG yang merupakan inisiatif pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mendasar masyarakat: pemenuhan gizi yang berkualitas, khususnya bagi anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Di Kendangsari, dapur SPPG ditargetkan mampu melayani hingga 3.000 porsi makanan setiap hari.




SPPG yang dikelola oleh Yayasan Hamdalah Bin Dawood Jaya ini tidak hanya menjadi pusat distribusi makanan, tetapi juga simbol kolaborasi lintas sektor.
Peresmian dihadiri oleh sejumlah tokoh, di antaranya Hj. Laila Mufidah, S.Ag wakil ketua DPRD Kota Surabaya, Camat Tenggilis Mejoyo Wawan Windarto, S.Sos, MM, Danramil Mayor Inf Zainudin, serta Lurah Kendangsari Tiara Melati, S.IP, M.KP. Kehadiran unsur TNI-Polri melalui Babinsa dan Babinkamtibmas turut memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib.
Dalam sambutannya, para pemangku kepentingan menegaskan bahwa SPPG bukan sekadar fasilitas fisik, melainkan pusat pemberdayaan masyarakat. Di tempat inilah pelayanan sosial, kepedulian, dan upaya peningkatan kualitas hidup warga bertemu dalam satu gerakan nyata.
Prosesi doa bersama dan pemotongan pita menjadi simbol dimulainya operasional dapur. Namun di balik seremoni tersebut, tersimpan komitmen jangka panjang untuk memastikan setiap anak mendapatkan haknya atas gizi yang layak.




Saat ini, operasional SPPG Kendangsari masih berjalan secara bertahap. Dari kapasitas ideal 3.000 penerima manfaat, dapur ini telah mampu melayani sekitar 1.000 hingga 1.700 orang. Prioritas utama diberikan kepada anak-anak sekolah di wilayah Kendangsari, disusul kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui yang akan dijangkau seiring ketersediaan anggaran.
Distribusi makanan telah menjangkau sejumlah sekolah, di antaranya SDN Kendangsari dan SMP Dharma Wanita. Setiap porsi yang disalurkan bukan sekadar makanan, melainkan investasi jangka panjang bagi tumbuh kembang generasi muda.
Aspek kualitas menjadi perhatian utama. Pengawasan dilakukan secara berkala melalui koordinasi antara pengelola dapur, pemerintah kecamatan, dan Puskesmas. Standar gizi, kebersihan, serta keamanan pangan dijaga ketat agar setiap hidangan memenuhi kriteria kesehatan yang telah ditetapkan.
Di sisi lain, keberadaan SPPG juga membawa dampak ekonomi yang signifikan. Sekitar 83 persen tenaga kerja berasal dari warga lokal Kendangsari. Hal ini tidak hanya membuka lapangan kerja, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi di tingkat komunitas.




Pengelola dapur juga mengedepankan pendekatan partisipatif. Berbagai masukan dari anak-anak terkait menu makanan diterima sebagai bagian dari proses evaluasi.
Keinginan sederhana seperti variasi roti atau kudapan justru menjadi bahan inovasi, tanpa mengesampingkan prinsip keseimbangan gizi.
Komitmen terhadap kualitas turut tercermin dari penggunaan bahan baku yang sebagian besar berasal dari pelaku UMKM lokal.
Selain itu, pengelolaan limbah melalui sistem IPAL serta proses perizinan yang terus disempurnakan menunjukkan keseriusan dalam menjaga standar operasional.




Perwakilan yayasan, Aufar Dhani, menegaskan bahwa program ini memiliki dimensi jangka panjang. “Ini bukan hanya tentang hari ini, tetapi tentang masa depan. Tentang bagaimana kita memastikan anak-anak tumbuh sehat, kuat, dan memiliki kesempatan yang sama,” ujarnya.
Kehadiran SPPG Kendangsari menjadi bukti bahwa pembangunan tidak selalu dimulai dari langkah besar. Dari sebuah dapur di lingkungan warga, lahir gerakan kolektif yang membawa dampak luas.
Program MBG di Kendangsari hari ini menjelma menjadi lebih dari sekadar kebijakan. Ia adalah cerminan kepedulian, kolaborasi, dan harapan bahwa melalui gizi yang baik, masa depan bangsa dapat dibangun dengan lebih kokoh. (Bagas)
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati