Monster IMASCO" Kembali Makan Korban: MAKI Jatim dan Laskar Jahanam Ultimatum Penutupan Segera
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Media Indonesia Times dengan traktir.
Peristiwa ini bukanlah yang pertama, namun dianggap sebagai titik kritis yang mempertegas bahwa persoalan yang ditimbulkan IMASCO telah melampaui batas toleransi. Selama bertahun-tahun, warga sekitar telah mengeluhkan berbagai dampak negatif, mulai dari kerusakan jalan parah akibat truk bermuatan berlebihan, polusi udara yang mengganggu kesehatan, hingga retaknya bangunan rumah akibat getaran aktivitas pabrik. Kini, risiko tersebut telah terbukti memakan korban jiwa, membuat tekanan publik semakin mengarah langsung kepada pemerintah agar segera mengambil langkah tegas sebelum jatuh korban berikutnya.
Ketua Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur, Heru Satriyo atau yang dikenal sebagai Heru Maki, menyampaikan sikap tanpa kompromi. Ia menegaskan bahwa tragedi ini adalah bukti nyata adanya ancaman serius terhadap keselamatan masyarakat yang tidak bisa lagi dibiarkan.
"Hanya satu kata: tutup IMASCO. Jangan tunggu korban berikutnya," tegasnya dalam pernyataan terbuka.




Menurut Heru, keberadaan pabrik tersebut tidak hanya memicu polemik lingkungan, tetapi juga menghadirkan risiko nyata yang kini telah memakan korban. Ia menilai berbagai peringatan yang selama ini disuarakan masyarakat dan aktivis tidak mendapat respons serius dari pihak terkait, sehingga situasi terus memburuk.
Lebih lanjut, Heru menyatakan bahwa MAKI Jawa Timur siap mengambil langkah konkret. Ia menegaskan pihaknya akan turun langsung bersama kelompok masyarakat yang menamakan diri Laskar Jahanam untuk memperjuangkan penutupan IMASCO.
"Kami tidak akan diam. Kami siap bergerak bersama Laskar Jahanam untuk memastikan IMASCO ditutup. Ini bukan lagi soal kepentingan kelompok, ini soal nyawa manusia," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Laskar Jahanam Jember, Dwi Agus Budiyanto, turut angkat bicara. Ia menyampaikan bahwa pihaknya siap berada di garis depan dalam mengawal tuntutan masyarakat yang sudah lama terpendam.




"Kami bersama rakyat akan terus bergerak. Tidak boleh ada lagi korban. Jika tidak ada tindakan tegas dari pihak berwenang, kami akan turun dengan kekuatan penuh untuk menutup IMASCO," tegas Dwi.
Desakan penutupan IMASCO kini menggema luas di berbagai lapisan masyarakat. Aktivis lingkungan, tokoh masyarakat, hingga warga di sekitar wilayah operasional pabrik menyuarakan tuntutan yang sama. Mereka menilai pemerintah tidak boleh lagi bersikap lamban dalam merespons situasi yang telah berulang kali memakan korban dan merugikan kepentingan umum.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT Semen Imasco Asiatic belum memberikan keterangan resmi terkait insiden terbaru maupun tuntutan yang semakin menguat dari berbagai pihak.
Tragedi ini kembali membuka luka lama sekaligus menyisakan pertanyaan besar bagi semua pihak: berapa banyak lagi nyawa yang harus menjadi korban sebelum langkah tegas benar-benar diambil? Kini, tekanan publik semakin jelas – penutupan IMASCO bukan lagi sekadar wacana, melainkan tuntutan mendesak demi keselamatan bersama dan perlindungan hak-hak masyarakat. (Bagas)
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati