Miona, Inovasi Mahasiswa Polije: Limbah Kulit Singkong Disulap Jadi Mie Sehat Bernilai Tinggi
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Media Indonesia Times dengan traktir.
Jember — Media Indonesia Times | Di tengah meningkatnya perhatian terhadap pangan sehat dan industri ramah lingkungan, mahasiswa Politeknik Negeri Jember menghadirkan inovasi unik yang menyita perhatian publik. Melalui produk mie sehat bernama Miona, limbah kulit singkong yang selama ini terbuang berhasil diolah menjadi makanan bernilai ekonomis sekaligus mendukung konsep ekonomi sirkular berbasis potensi lokal.
Inovasi tersebut lahir dari keresahan mahasiswa terhadap melimpahnya limbah kulit singkong di Kabupaten Jember yang dikenal luas sebagai salah satu sentra produksi tape singkong di Jawa Timur. Di tangan mahasiswa kreatif, bahan yang sebelumnya dianggap tidak bernilai justru diubah menjadi produk pangan inovatif dengan kandungan serat alami yang bermanfaat bagi kesehatan.




Mahasiswa penggagas Miona, Anggi, menjelaskan bahwa pemanfaatan kulit singkong dilakukan melalui proses pengolahan yang ketat agar aman dikonsumsi. Bagian yang digunakan merupakan lapisan dalam kulit singkong yang masih mengandung pati dan serat cukup tinggi.
“Melalui Miona, kami ingin menghadirkan inovasi sirkular agriindustri. Limbah yang biasanya dibuang ternyata masih bisa diolah menjadi produk pangan bernilai jual. Karena Jember terkenal sebagai daerah penghasil tape singkong, bahan bakunya sangat melimpah,” ujar Anggi.




Ia menjelaskan, proses produksi dimulai dengan pencucian kulit singkong menggunakan garam dan cuka untuk membantu mengurangi kandungan asam sianida. Setelah itu bahan dibilas berulang kali, direbus sekitar satu jam, lalu dihaluskan menjadi adonan dasar mie.
“Prosesnya memang cukup panjang karena keamanan pangan menjadi prioritas utama. Setelah dibersihkan dan direbus, kulit singkong diolah menjadi adonan mie yang kaya serat dan memiliki tekstur khas,” jelasnya.




Tak hanya menawarkan keunikan bahan baku, Miona juga membawa semangat pengurangan limbah pangan sekaligus pemberdayaan potensi lokal. Produk ini dipasarkan dalam dua varian, yakni mie instan seharga Rp9.000 dan mie siap saji seharga Rp12.000. Dengan harga yang terjangkau, Miona menyasar kalangan mahasiswa, masyarakat umum, hingga pecinta makanan sehat.
Promosi dilakukan melalui media sosial serta partisipasi aktif dalam berbagai pameran UMKM dan festival inovasi di Jember. Kehadiran Miona pun mendapat respons positif karena dinilai mampu menghadirkan solusi kreatif terhadap persoalan limbah pertanian.




Apresiasi juga datang dari Ketua MAKI Koordinator Wilayah Provinsi Jawa Timur, Heru Satriyo. Ia menilai inovasi mahasiswa tersebut sebagai bukti bahwa generasi muda mampu menciptakan peluang ekonomi dari bahan sederhana yang selama ini kurang dimanfaatkan.
“Ini langkah yang luar biasa. Anak muda sekarang mampu melihat limbah bukan sebagai sampah, tetapi sebagai peluang ekonomi dan inovasi. Produk seperti Miona menunjukkan bahwa penguatan ekonomi kreatif dan ketahanan pangan bisa dimulai dari potensi lokal,” ungkap Heru.




Menurutnya, Jember memiliki peluang besar untuk mengembangkan berbagai produk turunan singkong karena didukung ketersediaan bahan baku yang melimpah dan kreativitas generasi muda yang terus berkembang.
“Jika inovasi seperti ini mendapat pendampingan yang tepat, bukan tidak mungkin Miona menjadi salah satu produk unggulan khas Jember yang mampu bersaing di tingkat nasional,” tambahnya.




Melalui Miona, mahasiswa Polije ingin menunjukkan bahwa singkong tidak hanya identik dengan tape atau makanan tradisional, tetapi juga dapat diolah menjadi produk modern yang sehat, ekonomis, dan berkelanjutan. Inovasi tersebut menjadi bukti bahwa kreativitas banak muda mampu mengubah limbah menjadi peluang besar bagi masa depan industri pangan lokal Indonesia. (Bagas)
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati