Merawat Persatuan, Menggerakkan Perubahan: FORMADES Jawa Timur Meneguhkan Jalan Pengabdian Untuk Desa
Sidoarjo — Media Indonesia Times |Sejarah selalu mencatat bahwa perubahan besar tidak pernah lahir dari kerja-kerja yang berjalan sendiri. Ia tumbuh dari persatuan yang kokoh, dipelihara oleh kepercayaan, dan diwujudkan melalui kolaborasi yang melampaui sekat wilayah maupun kepentingan. Dalam lanskap pembangunan Indonesia hari ini, ketika desa ditempatkan sebagai episentrum pertumbuhan nasional, organisasi yang mampu membangun sinergi menjadi kebutuhan yang tidak lagi bisa ditawar.
Kesadaran itulah yang mengemuka dalam Silaturahmi dan Koordinasi DPD FORMADES Jawa Timur bersama DPC FORMADES Kabupaten/Kota se-Jawa Timur di Sidoarjo, Minggu (12/7/2026). Pertemuan tersebut bukan sekadar memenuhi agenda organisasi, melainkan menjadi ruang strategis untuk menyatukan arah perjuangan, memperkuat konsolidasi, sekaligus menegaskan kembali bahwa pengabdian kepada desa adalah kerja peradaban yang menuntut kesungguhan, integritas, dan kepemimpinan yang berorientasi pada kemaslahatan publik.




Di tengah derasnya arus perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi, tantangan pembangunan desa semakin kompleks. Desa tidak lagi hanya dipandang sebagai wilayah administratif, melainkan sebagai pusat lahirnya ketahanan pangan, penggerak ekonomi kerakyatan, penjaga budaya, sekaligus fondasi utama pembangunan nasional. Karena itu, membangun desa tidak cukup hanya melalui kebijakan, tetapi juga membutuhkan organisasi yang mampu menghadirkan gagasan, menggerakkan partisipasi, dan mempertemukan seluruh potensi dalam satu semangat kolektif.
Atmosfer kebersamaan yang terasa sepanjang forum menjadi gambaran bahwa kekuatan organisasi sejatinya tidak terletak pada besarnya struktur atau banyaknya anggota. Kekuatan itu justru lahir dari kemampuan membangun rasa saling percaya, memperkuat komunikasi, dan menjaga kesetiaan terhadap cita-cita bersama. Dari fondasi itulah organisasi memperoleh legitimasi moral untuk terus tumbuh dan memberi manfaat bagi masyarakat.




Ketua DPD FORMADES Jawa Timur, Gus H. Hamzah Pujiono, S.Ag., SM, mengingatkan bahwa organisasi tidak boleh kehilangan ruh pengabdiannya. Menurutnya, program kerja hanya akan menjadi dokumen administratif apabila tidak ditopang oleh persatuan, koordinasi, dan komitmen yang kuat dari seluruh pengurus.
"Organisasi yang besar bukan diukur dari banyaknya anggota, melainkan dari kokohnya persatuan. Ketika komunikasi berjalan dengan baik, koordinasi dilakukan secara konsisten, dan seluruh elemen bergerak dalam satu visi, maka setiap tantangan akan berubah menjadi peluang. FORMADES harus menjadi rumah besar yang menghadirkan manfaat nyata bagi desa, masyarakat, dan bangsa," tegas Gus Ham.




Pernyataan tersebut bukan sekadar pesan normatif, melainkan refleksi atas realitas bahwa keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh kualitas kepemimpinan yang mampu membangun kepercayaan dan menyatukan energi kolektif. Sebab, organisasi yang sehat tidak lahir dari dominasi individu, melainkan dari tumbuhnya budaya kolaborasi yang memberi ruang bagi setiap gagasan untuk berkembang.
Dalam pandangan Gus Ham, silaturahmi bukan sekadar tradisi sosial, tetapi merupakan modal strategis organisasi. Dari silaturahmi lahir komunikasi yang sehat; dari komunikasi tumbuh koordinasi; dan dari koordinasi terbangun kolaborasi yang melahirkan inovasi. Inilah mata rantai yang menjaga organisasi tetap hidup, adaptif, dan relevan menghadapi perubahan zaman.




Ia juga menegaskan bahwa desa harus diposisikan sebagai pusat transformasi pembangunan nasional. Masa depan Indonesia, katanya, tidak hanya ditentukan oleh kemajuan kota-kota besar, tetapi justru oleh kemampuan desa mengelola potensi, memperkuat ekonomi lokal, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta membangun tata kelola pemerintahan yang semakin profesional dan akuntabel.
Karena itu, FORMADES dituntut mengambil peran lebih luas sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat. Organisasi ini diharapkan mampu menjadi ruang lahirnya inovasi, pusat pertukaran gagasan, sekaligus laboratorium sosial yang menghadirkan solusi atas berbagai persoalan pembangunan desa secara konkret dan berkelanjutan.




Momentum konsolidasi tersebut juga menegaskan transformasi FORMADES Jawa Timur menuju organisasi yang modern, adaptif, dan berorientasi pada hasil. Di tengah perubahan yang berlangsung begitu cepat, organisasi dituntut tidak hanya mampu mengikuti perkembangan, tetapi juga menjadi penggerak perubahan melalui penguatan kapasitas kepemimpinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta perluasan jejaring kemitraan lintas sektor.
Pada akhirnya, silaturahmi ini bukan hanya mempererat hubungan antarpengurus. Lebih dari itu, ia menjadi ikrar kolektif untuk menjaga soliditas, memperkuat koordinasi, dan mengakselerasi pengabdian kepada masyarakat desa. Sebab, pembangunan yang berkelanjutan selalu berawal dari organisasi yang sehat, kepemimpinan yang visioner, dan semangat melayani yang tidak pernah padam.




Dari Sidoarjo, semangat itu kembali diteguhkan. Bahwa desa bukan sekadar objek pembangunan, melainkan subjek utama kemajuan bangsa. Dan ketika desa semakin kuat, mandiri, serta berdaya saing, sesungguhnya Indonesia sedang meneguhkan pijakan menuju masa depan yang lebih adil, lebih tangguh, dan lebih bermartabat.Versi ini menggunakan gaya editorial-feature yang lazim dijumpai di harian nasional seperti Kompas, Media Indonesia, atau Republika: lebih bernas, minim pengulangan, kaya refleksi, dan mengalir dari konteks nasional menuju peristiwa, lalu ditutup dengan simpulan yang kuat dan berkelas. (Bagas)
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Medicaid Expansion Improves Hypertension and Diabetes Control
Berbagi di Bulan Ramadhan, Satlantas Bangkalan dan Ojol Perkuat Sinergi Ciptakan Kamselticarlantas
Kombes Pol Rama Samtama Putra Pamit, Aktivis dan Masyarakat Banyuwangi Merasa Kehilangan