Cuaca
Memuat cuaca...
iklan 1
Berita

MAKI Jatim Hari Kelima Bagi 1000 Ta’jil: Menyemai Keikhlasan, Meneguhkan Integritas di Bulan Suci

MAKI Jatim Hari Kelima Bagi 1000 Ta’jil: Menyemai Keikhlasan, Meneguhkan Integritas di Bulan Suci
Traktir!

Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Media Indonesia Times dengan traktir.

Surabaya – Media Indonesia Times | Ramadhan kembali meneguhkan dirinya sebagai bulan pendidikan ruhani. Pada hari kelima yang penuh keberkahan itu, denyut kehidupan tak hanya diisi oleh hiruk-pikuk urusan dunia, tetapi juga oleh getar-getar iman yang mengalir dalam diam, menyentuh relung hati yang paling dalam.

Di tengah suasana yang sarat makna tersebut, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur menghadirkan seribu paket ta’jil untuk masyarakat Surabaya dan Sidoarjo yang kebetulan lewat Jalan Raya Juanda tepatnya di Depan Kantor Dinas Kehutanan Jawa Timur.

Sebanyak 250 pack nasi kuning, serundeng, ayam, irisan telur dadar dan kering tempe, 250 pack kurma, 250 botol es sirup melon dan isian jelly, serta 250 pack jajanan jadul dalam plastik dibagikan dengan senyum yang bersahaja dan doa yang lirih, mengalir bersama angin petang yang membawa kesejukan.

Namun Ramadhan tak pernah berhenti pada apa yang tampak oleh mata. Ia menembus ruang batin yang paling sunyi. Dalam pandangan keimanan, memberi bukan sekadar aksi sosial, melainkan ibadah yang menghidupkan makna kehambaan. Setiap paket yang berpindah tangan adalah pengingat bahwa harta hanyalah titipan, dan manusia semata pengelola sementara dari amanah-Nya.

Puasa mengajarkan kesabaran; berbagi menumbuhkan keikhlasan. Ketika keduanya berpadu, lahirlah kesadaran bahwa hidup ini bukan tentang memiliki sebanyak-banyaknya, melainkan memaknai sebanyak-banyaknya. Lapar yang ditahan sepanjang hari melunakkan hati agar mampu merasakan derita sesama. Dahaga yang dijaga menjadi jembatan empati, agar manusia tak abai terhadap saudara-saudaranya.

Ketua MAKI Korwil Jawa Timur, Heru Satriyo, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur atas nikmat Allah SWT. Syukur yang sejati bukan hanya terucap dalam kata, tetapi terwujud dalam tindakan nyata. Setiap kesempatan untuk berbagi sejatinya adalah panggilan Ilahi bahwa Allah memilih sebagian hamba-Nya menjadi perantara rahmat bagi yang lain.

Sebagai lembaga yang konsisten menyerukan integritas dan keadilan, MAKI memahami bahwa Ramadhan adalah cermin besar bagi jiwa. Korupsi bukan sekadar persoalan hukum, melainkan persoalan hati yang lalai. Ketika manusia lupa bahwa Allah Maha Melihat, lahirlah keberanian untuk menyimpang. Namun ketika kesadaran ketuhanan hidup dan berdenyut dalam setiap langkah, integritas tumbuh sebagai buah dari ketakwaan.

Menjelang adzan Maghrib, saat langit menunduk dalam warna jingga dan doa-doa mengalir di bibir yang berpuasa, wajah-wajah penerima ta’jil memancarkan syukur yang tulus. Mungkin yang diterima hanyalah makanan pembuka, tetapi yang tersimpan adalah rasa diperhatikan, dihargai, dan diperlakukan sebagai sesama makhluk Allah yang mulia.

Pada akhirnya, yang bernilai di sisi-Nya bukanlah banyaknya paket yang dibagikan, melainkan kebeningan niat di dalam dada. Ramadhan adalah perjalanan pulang menuju fitrah kembali pada kesadaran bahwa segala yang kita miliki berasal dari-Nya dan akan kembali kepada-Nya.

Dan di antara derap langkah senja Kota Surabaya, terselip pesan agung: bahwa kemuliaan manusia tidak terletak pada apa yang ia kumpulkan, melainkan pada apa yang ia ikhlaskan. (Bagas)

Id
Penulis Idham Holid
Id
Editor Idham Holid

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN