Cuaca
Memuat cuaca...
iklan 1

HAB ke-80 Kemenag RI, Bedah Buku Karya Kepala Kemenag Banyuwangi Perkuat Dialog Iman, Sastra, dan Budaya

HAB ke-80 Kemenag RI, Bedah Buku Karya Kepala Kemenag Banyuwangi Perkuat Dialog Iman, Sastra, dan Budaya
Traktir!

Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Media Indonesia Times dengan traktir.

BANYUWANGI – Dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia, Panitia HAB Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi menyelenggarakan kegiatan bedah buku bertajuk Fondasi Iman dan Akhlak: Refleksi Mendalam 13 Hadits Arbain Imam Nawawi pada Sabtu, 3 Januari 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Banyuwangi, Kecamatan Genteng, dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan HAB ke-80 di lingkungan Kemenag Banyuwangi.

Buku yang dibedah merupakan karya Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Dr. Chaironi Hidayat. Kegiatan ini diikuti oleh para Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), kepala madrasah, penghulu, penyuluh agama Islam, serta pegiat literasi dan budaya dari berbagai unsur masyarakat, termasuk komunitas Lentera Sastra Banyuwangi.

Hadir sebagai narasumber pembanding, Ketua Dewan Kesenian Blambangan, Hasan Basri, yang menilai buku tersebut memiliki kepekaan dalam mengaitkan nilai-nilai keagamaan dengan realitas sosial dan budaya lokal Banyuwangi. Menurutnya, pesan-pesan keagamaan dalam buku ini disampaikan dengan bahasa yang komunikatif, luwes, dan tidak kaku, sehingga mudah dipahami oleh berbagai kalangan.

Narasumber pembanding lainnya, Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi, Samsudin Adlawi, menegaskan bahwa kegiatan bedah buku merupakan ruang akademik yang sehat untuk mengulas kelebihan dan kekurangan sebuah karya. Ia menyampaikan bahwa kritik dan catatan perbaikan adalah hal yang wajar dalam tradisi literasi dan justru menjadi indikator bahwa sebuah buku layak dibaca serta dikaji secara mendalam.

Dari perspektif sastra, Ketua Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) Komisariat Banyuwangi, Nurul Ludfia Rohmah, menilai buku ini memiliki kekuatan naratif yang mampu menjembatani teks-teks hadis dengan konteks kehidupan masyarakat kontemporer. Menurutnya, pendekatan tersebut menjadikan pesan-pesan keagamaan lebih hidup dan relevan dengan dinamika zaman.

Dalam sesi diskusi, sejumlah pegiat literasi turut menyampaikan pandangan, di antaranya Syafaat dari Lentera Sastra Banyuwangi, Aekanu Haryono dari Komunitas Kiling Osing Banyuwangi, serta Rahmatullah Jhon. Para peserta mengapresiasi isi buku yang dinilai menarik dan bermanfaat, meskipun terdapat beberapa perbedaan sudut pandang dalam penafsiran hadis. Perbedaan tersebut dinilai masih berada dalam koridor khilafiyah dan tidak menyentuh prinsip dasar ibadah.

Menanggapi berbagai masukan dan pandangan peserta, Dr. Chaironi Hidayat menyampaikan bahwa perbedaan pendapat merupakan sesuatu yang sah dan diperbolehkan dalam tradisi keilmuan Islam. Ia menegaskan bahwa keberagaman pandangan justru menjadi kekuatan dalam membangun pemahaman keagamaan yang moderat, inklusif, dan berwawasan kebangsaan.

Kegiatan bedah buku ini dilaksanakan setelah upacara peringatan Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia yang digelar di MAN 2 Banyuwangi. Secara keseluruhan, seluruh rangkaian kegiatan HAB ke-80 di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi berlangsung dengan tertib, khidmat, dan lancar.

(Redaksi)

Id
Penulis Idham Holid
Id
Editor Idham Holid

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN