Do'a dan Konsolidasi Bersama Kyai Kampung, Mimik Idayana Meneguhkan Jalan Sidoarjo Menuju Kemajuan Berbasis Nilai
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Media Indonesia Times dengan traktir.
Kegiatan ini dihadiri sedikitnya 25 pimpinan pondok pesantren, memenuhi undangan Rahmat Muhajirin bersama Wakil Bupati Mimik Idayana. Dalam suasana yang khidmat dan sederhana, para tokoh agama tersebut memanjatkan doa dan melantunkan tahlil, memohon keberkahan serta keselamatan bagi masyarakat Sidoarjo.
Lebih dari sekadar seremoni, pertemuan ini mencerminkan kesadaran kolektif akan pentingnya fondasi spiritual dalam pembangunan daerah. Di tengah tuntutan modernisasi dan percepatan pembangunan, nilai-nilai keagamaan dipandang tetap menjadi pilar utama dalam menjaga keseimbangan sosial.
Koordinator Kyai Kampung, Gus Azam, menegaskan bahwa forum semacam ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda insidental. Ia mendorong agar silaturahmi antara ulama dan pemerintah dapat terus terjalin secara berkelanjutan.




“Silaturahmi ini harus menjadi ruang bersama untuk merumuskan arah kebaikan. Kyai kampung memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat, dan itu perlu diperkuat melalui sinergi dengan pemerintah,” ujarnya.
Dalam perspektif sosial, peran kyai kampung tidak dapat dipandang sebelah mata. Mereka merupakan aktor penting dalam menjaga stabilitas moral masyarakat, terutama di tingkat akar rumput. Keberadaan mereka menjadi penyeimbang di tengah berbagai tantangan sosial, mulai dari degradasi nilai hingga tekanan ekonomi yang berpotensi memicu disintegrasi sosial.
Rahmat Muhajirin, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas kehadiran para ulama. Ia menekankan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada kebijakan struktural, tetapi juga pada dukungan moral dan spiritual dari tokoh agama.
“Doa dan dukungan para kyai adalah bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembangunan. Ini adalah kekuatan yang sering tidak terlihat, tetapi memiliki dampak yang sangat nyata,” tuturnya.




Namun demikian, ia juga menyinggung dinamika internal pemerintahan daerah yang masih berlangsung. Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini, Wakil Bupati belum menerima penugasan formal sebagaimana mestinya, sementara sebagian fungsi justru didelegasikan kepada Sekretaris Daerah.
Pernyataan tersebut mencerminkan adanya tantangan koordinasi dalam tata kelola pemerintahan daerah. Meski demikian, pihaknya menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak mengurangi komitmen untuk tetap bekerja dan melayani masyarakat.
Wakil Bupati Mimik Idayana dalam kesempatan yang sama menegaskan sikapnya untuk tetap menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Ia menyatakan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak boleh terhenti oleh keterbatasan struktural.
“Kami tetap hadir di tengah masyarakat, mendengar langsung aspirasi mereka, dan berupaya memberikan solusi konkret. Bagi kami, esensi kepemimpinan adalah pelayanan,” tegasnya.




Ia juga menekankan bahwa kedekatan dengan masyarakat merupakan modal utama dalam menjalankan fungsi pemerintahan. Dengan turun langsung ke lapangan, berbagai persoalan dapat dipahami secara lebih komprehensif dan ditangani secara tepat.
Kegiatan doa bersama ini ditutup dengan diskusi ringan mengenai kondisi sosial masyarakat Sidoarjo. Berbagai isu mengemuka, mulai dari penguatan pendidikan keagamaan hingga pentingnya menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman.
Secara keseluruhan, pertemuan ini menjadi simbol kuatnya upaya membangun kolaborasi antara ulama dan pemerintah daerah. Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, sinergi tersebut dinilai krusial untuk memastikan bahwa kemajuan yang dicapai tidak hanya bersifat material, tetapi juga berakar pada nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan.
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi, majelis doa ini menghadirkan pesan yang jelas: bahwa pembangunan yang kokoh adalah pembangunan yang tidak meninggalkan dimensi moral. Bahwa kemajuan sejati tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas kehidupan sosial dan spiritual masyarakatnya.




Dengan semangat kebersamaan yang terbangun dalam forum tersebut, harapan akan Sidoarjo yang maju, religius, dan sejahtera kembali diteguhkan bukan hanya sebagai cita-cita, tetapi sebagai komitmen bersama yang terus diperjuangkan. (Bagas)
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati