Cuaca
Memuat cuaca...
iklan 1

Di Tengah Kota Banyuwangi, Pesantren Adz-Dzikra Tunjukkan Prestasi Nyata

Di Tengah Kota Banyuwangi, Pesantren Adz-Dzikra Tunjukkan Prestasi Nyata
Traktir!

Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Media Indonesia Times dengan traktir.

BANYUWANGI, -Media Indonesia Times| Pondok Pesantren Adz-Dzikra Banyuwangi dinilai sebagai fenomena langka namun nyata dalam lanskap pendidikan pesantren di Indonesia. Meski berusia relatif muda, pesantren ini menunjukkan capaian prestasi dan konsep pendidikan yang tidak biasa.

Penilaian tersebut disampaikan oleh Ustadz Iskandar Zulkarnain, yang akrab disapa Gus Kurnain, Pembina Majlis Ta’lim Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari Kalibaru, sekaligus Da’i Kamtibmas Polda Jawa Timur. “Dua diksi yang paling tepat untuk Pondok Pesantren Adz-Dzikra adalah langka dan realita,” ujar Gus Kurnain, Jumat (16/1/2026).

Menurutnya, Adz-Dzikra disebut langka karena merupakan satu-satunya pondok pesantren di Indonesia yang didirikan oleh putra seorang tentara, sekaligus berdiri di tengah pusat kota Banyuwangi–Blambangan. Lokasinya pun strategis, berdekatan dengan kantor legislatif, eksekutif, dan kawasan universitas.

“Di era sekarang, mendirikan pondok pesantren di tengah kota bukan perkara mudah. Itu sebabnya keberadaan Adz-Dzikra menjadi sesuatu yang jarang, bahkan unik,” katanya.

Tak hanya langka secara geografis dan latar pendiriannya, Pondok Pesantren Adz-Dzikra juga dinilai nyata dalam capaian prestasi. Dalam usia yang baru sekitar tujuh tahun, pesantren ini telah mampu mengantarkan para santrinya meraih medali emas di berbagai ajang olimpiade ilmu pengetahuan, kompetisi baca kitab kuning, hingga bela diri, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional.

Salah satu prestasi nasional yang disorot adalah keberhasilan santri Adz-Dzikra dalam ajang Science Champion Nusantara 2025 yang digelar di Jakarta. “Ini membuktikan bahwa usia muda bukan hambatan untuk berprestasi, jika dikelola dengan visi pendidikan yang jelas,” ujar Gus Kurnain.

Ia juga menyoroti konsep pendidikan multibahasa yang diterapkan di pesantren tersebut. Sebagai wujud penghayatan terhadap firman Allah SWT dalam Surat Ar-Rum ayat 22, Pondok Pesantren Adz-Dzikra mengajarkan berbagai bahasa asing, seperti Bahasa Inggris, Jepang, Mandarin, dan lainnya, di samping penguatan keilmuan agama.

Pengasuh Pondok Pesantren Adz-Dzikra, KH. Ir. Achmad Wahyudi, S.H., M.H., menurut Gus Kurnain, tidak hanya berperan sebagai pengajar kitab kuning, tetapi juga sebagai orang tua dan murabbi bagi para santri. “Beliau hadir bukan sekadar sebagai kiai pengajar, tetapi sebagai pendidik karakter dan orang tua bagi santri-santrinya,” tuturnya.

Gus Kurnain berharap Pondok Pesantren Adz-Dzikra ke depan semakin berkembang sebagai lembaga pendidikan ilmu pengetahuan sekaligus pembentukan karakter bagi generasi muda.

“Kontribusi pesantren seperti ini sangat penting bagi kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara. Untuk menuju Indonesia yang berpendidikan, berkemajuan, dan beretika, dukungan publik, terutama dari pemerintah, sangat dibutuhkan,” pungkasnya.

(REDAKSI)

Id
Penulis Idham Holid
Id
Editor Idham Holid

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN