Cuaca
Memuat cuaca...
iklan 1

Buka Bersama dan Diskusi Kebangsaan di Rumah Kebangsaan, Ipuk: Kritik Bukti Cinta, Taat Aturan 

Buka Bersama dan Diskusi Kebangsaan di Rumah Kebangsaan, Ipuk: Kritik Bukti Cinta, Taat Aturan 
Traktir!

Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Media Indonesia Times dengan traktir.

BANYUWANGI, 26 Februari 2026 - Media Indonesia Times| Momentum Ramadhan dimanfaatkan Rumah Kebangsaan Banyuwangi (RK) sebagai ruang silaturahmi sekaligus dialog kebangsaan bersama Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Kegiatan bertajuk “Tandang Bareng Ramadhan: Guyub Rukun Mewujudkan Banyuwangi ASRI” itu digelar di Kantor RK, Jalan Kapten Piere Tendean, Karangrejo, Banyuwangi.

Diketahui, kegiatan ini diawali dengan silaturahmi dan buka puasa bersama, kemudian dilanjutkan diskusi kebangsaan yang berlangsung dialogis. Forum ini mempertemukan pemerintah daerah dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, insan media, organisasi kemasyarakatan, serta perwakilan lintas sektoral.

Dalam sambutannya, Ipuk menyampaikan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan bentuk kepedulian masyarakat.

“Ketika ada kritik kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, itu adalah bukti kecintaan masyarakat dan kepedulian terhadap pemerintah,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa Pemkab Banyuwangi membuka ruang pengawasan publik, namun seluruh pihak tetap harus berjalan dalam koridor aturan.

“Kami tidak menghalangi masyarakat untuk memantau pemerintah. Tetapi jangan pula menggoda pemerintah untuk tidak taat pada aturan,” katanya.

Ipuk juga menyampaikan komitmennya terhadap kepatuhan regulasi, termasuk pengawasan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Saya taat pada aturan, terutama KPK. Jika ada ASN Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang main-main, laporkan kepada kami,” tegasnya.

Terkait pelayanan publik, Ipuk menginstruksikan agar setiap keluhan masyarakat terlebih dahulu disampaikan kepada camat setempat dengan batas waktu respons maksimal empat jam.

“Jika dalam waktu empat jam tidak ada respons, silakan laporkan langsung kepada Bupati,” imbuhnya.

Ketua Rumah Kebangsaan Banyuwangi, Hakim Said, menyampaikan bahwa kegiatan ini mengusung semangat sinergitas 3KO (Komunikasi, Koordinasi, dan Kolaborasi) sebagai fondasi membangun daerah.

Menurutnya, forum ini menjadi ruang mempererat ukhuwah Ramadhan sekaligus memperkuat kolaborasi pemerintah dan masyarakat dalam mendukung Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).

Diskusi juga diisi tausiyah kebangsaan oleh KH Ir. Achmad Wahyudi yang mengajak seluruh elemen menjaga harmoni daerah melalui sinergi ulama, umara, dan masyarakat. Ia menekankan bahwa kepemimpinan yang kuat lahir dari keterbukaan, kejujuran, dan keberanian menerima kritik.

Pertemuan tersebut menandai bahwa ruang dialog di Banyuwangi tetap terbuka. Kritik tidak dipandang sebagai ancaman, melainkan energi perbaikan dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berpihak pada masyarakat.

(Tim Redaksi)

Id
Penulis Idham Holid
Id
Editor Idham Holid

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN