Bekas Tambang Disulap Jadi Lahan Produktif, Warga Badean Gandeng Mahasiswa
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Media Indonesia Times dengan traktir.
Banyuwangi — Upaya pemulihan lingkungan pasca tambang dilakukan secara kreatif oleh warga Desa Badean, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, Jawa Timur. Bersama mahasiswa lintas organisasi, masyarakat setempat mengelola lahan bekas galian menjadi kawasan yang lebih aman dan produktif.
Pengelolaan ini digerakkan oleh warga yang tergabung dalam komunitas pecinta lingkungan Desa Badean. Mereka berkolaborasi dengan aliansi mahasiswa untuk menata kembali area bekas tambang yang sebelumnya terbengkalai dan berpotensi membahayakan.




Salah satu perwakilan komunitas menjelaskan, inisiatif tersebut berangkat dari kepedulian warga terhadap kondisi lokasi yang berupa cekungan luas menyerupai kolam. Sebelum dikelola, area itu sempat memakan korban jiwa, karena kerap didatangi warga luar desa yang nekat mencari ikan tanpa mengindahkan peringatan bahaya.
“Berangkat dari keprihatinan itu, kami bersama mahasiswa mencoba mengubah fungsi lahan ini agar lebih aman dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.




Kini, kawasan tersebut mulai ditata dan dimanfaatkan secara produktif oleh warga, sekaligus menjadi contoh nyata kolaborasi antara masyarakat dan kalangan akademisi dalam menjaga lingkungan.
Upaya ini juga mendapat restu langsung dari pemilik lahan, Michael Edy Hariyanto, S.H., M.H. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap langkah warga dan mahasiswa dalam mengelola lahan tersebut.




“Sebagai pemilik lahan, saya mendukung penuh inisiatif warga dan mahasiswa dalam mengelola bekas tambang ini menjadi lebih bermanfaat. Selain untuk pemulihan lingkungan, langkah ini juga penting demi keselamatan masyarakat agar tidak ada lagi korban jiwa di lokasi tersebut,” ujar Michael.
Ia juga berharap pengelolaan tersebut dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak positif.




“Kami berharap pengelolaan ini bisa berkelanjutan, memberi dampak ekonomi bagi warga, serta menjadi contoh kolaborasi positif antara masyarakat dan mahasiswa dalam menjaga lingkungan,” tambahnya.
Warga berharap, langkah ini tidak hanya memulihkan kondisi lingkungan, tetapi juga memberi nilai ekonomi serta mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati