Banyuwangi Bersiap Jadi Panggung Besar Ekonomi Kreatif Jatim, “The Biggest Culture of Jatim 2026” Hadirkan Budaya, UMKM dan Konser Gratis
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Media Indonesia Times dengan traktir.
BANYUWANGI, 30 September 2026 — Banyuwangi kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu episentrum pertumbuhan budaya dan ekonomi kreatif di Jawa Timur. Menyambut Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke-81, sebuah perhelatan berskala besar bertajuk “The Biggest Culture of Jatim with UKM/UMKM & Ekraf Fiesta 2026” akan membawa semangat budaya, kreativitas, pemberdayaan usaha lokal, hingga gerakan sosial ke tengah masyarakat.
Digelar selama tiga hari, 30 Oktober hingga 1 November 2026, di Wisata Pancoran Waterpark, Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Korwil Jawa Timur bersama Pancoran Group.




Bukan sekadar festival hiburan, agenda ini dirancang sebagai ruang pertemuan antara kebudayaan, pelaku usaha, komunitas kreatif, generasi muda, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan daerah.
Ketua MAKI Korwil Jawa Timur Heru Satriyo, S.Ip., mengatakan perhelatan tersebut diarahkan untuk menghadirkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya melalui penguatan ekonomi kreatif dan pemberdayaan pelaku UKM/UMKM.




Menurutnya, kekuatan budaya tidak seharusnya berhenti sebagai identitas dan atraksi. Budaya dapat menjadi energi ekonomi apabila dikembangkan secara kreatif, dikemas secara modern, dan dibawa menuju pasar yang lebih luas.
“Kami ingin kegiatan ini menjadi ruang bersama untuk mempertemukan budaya, kreativitas, UMKM, komunitas dan masyarakat. Potensi lokal harus diberikan panggung agar mampu berkembang dan memiliki akses pasar yang lebih luas,” ujar Heru.




Ketika Budaya Bertemu Ekonomi Kreatif
Konsep yang diusung dalam “The Biggest Culture of Jatim with UKM/UMKM & Ekraf Fiesta 2026” menempatkan kebudayaan dan ekonomi kreatif sebagai dua kekuatan yang saling melengkapi.




Produk lokal tidak hanya dipamerkan, tetapi diharapkan memperoleh ruang untuk membangun jejaring, memperluas pasar, memperkenalkan identitas daerah, sekaligus meningkatkan nilai ekonomi.
Di tengah perubahan pola konsumsi dan semakin terbukanya pasar digital, kreativitas menjadi salah satu faktor penting bagi pelaku usaha untuk bertahan dan berkembang.




Karena itu, festival tersebut diarahkan menjadi ruang promosi sekaligus ruang interaksi yang mempertemukan pelaku UMKM dengan masyarakat dan jejaring yang lebih luas.
Banyuwangi dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena memiliki kekayaan budaya sekaligus karakter ekonomi kreatif yang kuat.




Perhelatan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat selama tiga hari kegiatan, tetapi juga membuka peluang jejaring dan promosi yang dapat terus berkembang setelah acara berakhir.
Tiga Hari, Tiga Spektrum Kreativitas
Selama tiga hari penyelenggaraan, masyarakat akan disuguhi rangkaian kegiatan yang memadukan seni, budaya, kreativitas, olahraga, edukasi, dan hiburan.
30 Oktober 2026 menjadi momentum pembukaan kegiatan melalui Fashion Competition bertema “The Beauty of Culture”.
Kompetisi tersebut akan membawa unsur budaya ke dalam perspektif fashion dan kreativitas generasi muda. Peserta diberikan ruang untuk menerjemahkan kekayaan budaya dalam karya visual yang lebih kontemporer.
Sehari berikutnya, 31 Oktober 2026, panggung kreativitas berlanjut melalui Painting Competition bertema “Color Your Dream”.
Seni lukis menjadi medium bagi peserta untuk menerjemahkan gagasan, imajinasi, serta harapan melalui karya visual.
Kemudian pada 1 November 2026, rangkaian kegiatan mencapai puncaknya melalui Jatim Fun Run 5K @Banyuwangi.
Kegiatan olahraga tersebut menjadi bagian dari pesta budaya sekaligus ruang interaksi masyarakat dalam suasana yang lebih terbuka dan inklusif.
Seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar dapat dinikmati masyarakat secara gratis.
Tidak Hanya Hiburan, Ada Pesan Sosial
Salah satu kekuatan utama agenda tersebut adalah adanya pesan sosial yang diintegrasikan ke dalam rangkaian kegiatan.
Selain mengangkat budaya dan ekonomi kreatif, “The Biggest Culture of Jatim 2026” membawa dua agenda sosial yang menjadi perhatian, yakni Deklarasi Anti Bullying dan Deklarasi Banyuwangi Zero Sampah.
Deklarasi Anti Bullying diarahkan untuk membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sosial yang aman, sehat, dan saling menghormati, terutama bagi anak-anak dan generasi muda.
Sementara gerakan Banyuwangi Zero Sampah membawa pesan mengenai pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan.
Dengan demikian, festival tersebut tidak hanya berbicara tentang bagaimana masyarakat menikmati hiburan, tetapi juga bagaimana sebuah perhelatan publik dapat membawa pesan edukasi dan kepedulian sosial.
Panggung Hiburan untuk Semua
Kemeriahan acara akan semakin lengkap dengan hadirnya sejumlah bintang tamu yang dijadwalkan menghibur masyarakat.
Nama Lala Widy, Guntur Arisandy, dan Wandra Restusiyan disebut akan menjadi bagian dari panggung hiburan dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Kehadiran para pengisi acara diharapkan mampu memperluas daya tarik festival sekaligus memberikan pengalaman hiburan bagi masyarakat Banyuwangi dan daerah sekitarnya.
Dengan konsep terbuka dan akses gratis, kegiatan ini diproyeksikan menjadi ruang publik yang mempertemukan berbagai kelompok masyarakat dalam suasana kebudayaan dan kreativitas.
Membuka Jalan UMKM Jatim Menuju Pasar Lebih Luas
Di balik kemeriahan festival, terdapat agenda ekonomi yang menjadi salah satu perhatian utama.
Pelaku UKM, UMKM, dan ekonomi kreatif Jawa Timur diharapkan tidak hanya hadir sebagai peserta pameran, tetapi memperoleh kesempatan untuk membangun koneksi dan memperkenalkan produknya kepada pasar yang lebih luas.
Sinergi lintas sektor menjadi penting untuk menciptakan ekosistem usaha yang memungkinkan produk lokal tumbuh melalui inovasi, kualitas, jejaring, serta strategi pemasaran yang semakin adaptif.
Dukungan dari pemerintah daerah, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem tersebut.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi disebut memberikan apresiasi terhadap sinergi penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Bupati Banyuwangi Hj. Ipuk Fiestiandani, serta Wakil Bupati Banyuwangi Ir. Mujiono, disebut menjadi bagian dari dukungan terhadap semangat pengembangan ekonomi kreatif dan pemberdayaan masyarakat dalam agenda tersebut.
Banyuwangi Menjadi Titik Temu Budaya dan Masa Depan Ekonomi Kreatif
Banyuwangi memiliki modal sosial dan budaya yang kuat untuk menjadi ruang pertemuan kreativitas Jawa Timur.
Melalui “The Biggest Culture of Jatim with UKM/UMKM & Ekraf Fiesta 2026”, kekayaan tersebut kembali dipertemukan dengan semangat kewirausahaan, kreativitas generasi muda, olahraga, kepedulian lingkungan, dan hiburan masyarakat.
Di sinilah festival memperoleh maknanya yang lebih luas.
Budaya tidak hanya dipertontonkan, tetapi dihidupkan.
UMKM tidak hanya dipajang, tetapi diberikan ruang untuk bertemu pasar.
Generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi diberikan panggung untuk berkarya.
Dan masyarakat tidak hanya datang menikmati hiburan, tetapi diajak menjadi bagian dari gerakan sosial yang lebih luas.
Dari Rogojampi, Banyuwangi, tiga hari perhelatan itu diharapkan menjadi momentum yang mempertemukan identitas budaya Jawa Timur dengan energi baru ekonomi kreatif.
30 Oktober hingga 1 November 2026 akan menjadi ruang perjumpaan antara budaya, kreativitas, usaha lokal, kepedulian sosial, olahraga, dan hiburan sebuah panggung besar yang menempatkan masyarakat sebagai pusat dari perayaan Jawa Timur ke-81.
Bagi masyarakat Banyuwangi dan Jawa Timur, Wisata Pancoran Waterpark Rogojampi bukan sekadar lokasi acara. Selama tiga hari, tempat tersebut akan menjadi ruang bersama untuk merayakan kreativitas, mengangkat potensi lokal, memperluas jejaring UMKM, sekaligus meneguhkan pesan bahwa kebudayaan dapat menjadi bagian penting dari masa depan ekonomi daerah. (Wwn)
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati