Aktivitas Pabrik Beton di Gladag Picu Keluhan Warga Sekitar
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Media Indonesia Times dengan traktir.
Diketahui, didepan lokasi pabrik berdiri Yayasan Pendidikan Islam dann sosial Darul Qur’an MSA. Saat arah angin mengarah lokasi pendiidiikan, asap masuk, sangat mengganggu aktivitas belajar para murid/santri.
Ustad Qodir, pengasuh Yayasan Pendidikan Islam Soosial Daqu MSA menyampaikan kekhawatirannya terhadap dampak asap pabrik tersebut. Ia menyebut, ketika asap mengarah ke lingkungan yayasan, para santri kerap mengeluh sesak dan tidak nyaman. “Kalau asap masuk ke area pendidikan, anak-anak mengeluh dan proses belajar terpaksa dihentikan. Ini sangat mengganggu,” ungkapnya.
Ia menambahkan,jika beberap tahun yang lalu juga telah dilakukan musyawarah antara pihak pabrik dan warga sekitar bersama Pemerintah Desa setempat. Namun, hasil pertemuan itu tidak memberikan dampak positif yang nyata.




Ia juga berharap pemerintah daerah, khususnya instansi terkait, segera turun tangan untuk menindaklanjuti persoalan ini secara serius. Mereka menuntut adanya pengawasan ketat serta solusi konkret agar aktivitas industri tidak mengorbankan kesehatan warga dan keberlangsungan pendidikan.
Ketua Komunitas Pemerhati Banyuwangi (KPB) di Rogojampi, Agung Surya Wirawan, selaku pendamping warga terdampak mengaku prihatin atas kondisi tersebut.
“Musyawarah sudah pernah dilakukan, tetapi keluhan warga kembali muncul. Ini menandakan persoalan belum diselesaikan secara tuntas,” ujar Agung.
Lebih lanjut, Agung menegaskan bahwa KPB akan melakukan penelusuran menyeluruh terkait aktivitas pabrik PT.KBN, mulai dari aspek perizinan, standar baku mutu emisi asap, hingga potensi pencemaran lingkungan.




“Kami akan mengidentifikasi, investagasii semua hal yang berkaitan. Jika memang Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sudah melakukan pemeriksaan, maka hasilnya harus transparan dan disampaikan ke publik terdampak. Kami ingin mencari solusi terbaik bagi kedua belah pihak,” tegasnya. (Tim)
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Dugaan Kekerasan Seksual di TPQ Sambikerep, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan Korban
Kuasa Hukum Ungkap Petunjuk Baru, Polda Gorontalo Perluas Operasi Pencarian Eca
Wabup Pohuwato Nyatakan Siap Turun Bersama Massa, Besok Dijemput di Kantor Bupati