MAKI Jatim: Dugaan Mega Korupsi dalam Tata Kelola Dana Bergulir (DAGULIR) pada Bank UMKM Jatim Siap Diungkap
Surabaya, 15 Juli 2026 – Media Indonesia Times | Dana Bergulir (DAGULIR) sejatinya lahir sebagai instrumen negara untuk menggerakkan ekonomi rakyat. Dana publik tersebut dirancang agar menjadi bahan bakar bagi UMKM, koperasi, dan pelaku usaha produktif yang selama ini sulit memperoleh akses pembiayaan. Namun, ketika tata kelola kehilangan integritas, dana yang seharusnya menjadi pengungkit kesejahteraan justru berpotensi berubah menjadi ruang permainan segelintir pihak.
Perkembangan penanganan perkara korupsi penyaluran Dana Bergulir Bank UMKM Jatim di Jombang telah memperlihatkan adanya dugaan pelanggaran terhadap prinsip kehati-hatian, analisis kredit, hingga tata kelola pemberian pembiayaan. Dalam perkara tersebut, aparat penegak hukum telah memproses dan membawa kasus ke persidangan terkait penyaluran kredit senilai Rp1,5 miliar kepada Perumda Panglungan.




Namun, publik patut bertanya: apakah persoalan ini hanya berhenti pada satu cabang, satu debitur, dan satu daerah? Ataukah perkara tersebut hanyalah puncak gunung es dari persoalan tata kelola Dana Bergulir yang jauh lebih besar?
Di sinilah MAKI Jawa Timur menyatakan kesiapannya untuk mengungkap berbagai dugaan penyimpangan yang diduga terjadi dalam tata kelola DAGULIR. Apabila terdapat pola penyimpangan yang sistematis, maka persoalannya bukan lagi sekadar kesalahan administratif ataupun kelalaian individu. Yang dipertaruhkan adalah kredibilitas sistem pengelolaan dana publik.




Dana bergulir bukanlah dana milik pejabat, bukan pula milik kelompok tertentu. Dana tersebut berasal dari keuangan negara yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Oleh sebab itu, setiap proses penyaluran wajib memenuhi prinsip transparansi, akuntabilitas, profesionalitas, serta kehati-hatian perbankan.
Jika benar terdapat pembiayaan yang diberikan kepada pihak yang tidak memenuhi persyaratan, analisis kredit dilakukan secara manipulatif, survei kelayakan tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya, atau terdapat intervensi yang mengabaikan regulasi, maka semua pihak yang terlibat harus dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum yang berlaku.




MAKI Jatim menegaskan bahwa pemberantasan korupsi tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan semata. Penegakan hukum harus berani menelusuri siapa yang menikmati keuntungan, siapa yang memberikan persetujuan, siapa yang memperoleh manfaat, dan apakah terdapat pola yang sama pada penyaluran dana bergulir di daerah lain.
Masyarakat juga berhak mengetahui apakah mekanisme pengawasan internal telah berjalan efektif, apakah audit dilakukan secara independen, dan apakah seluruh rekomendasi hasil pengawasan benar-benar ditindaklanjuti. Transparansi menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap lembaga pengelola dana publik.




Bagi MAKI Jatim, membongkar dugaan korupsi bukan sekadar mengejar sensasi, melainkan menjalankan fungsi kontrol sosial demi memastikan uang rakyat kembali kepada rakyat. Tidak boleh ada kekebalan hukum bagi siapa pun. Semakin tinggi jabatan seseorang, semakin besar pula tanggung jawab moral dan hukumnya.
Momentum ini harus menjadi titik balik pembenahan tata kelola Dana Bergulir di Jawa Timur. Bila memang hanya terdapat penyimpangan yang bersifat kasuistis, proses hukum akan membuktikannya. Namun apabila penyidikan menemukan adanya pola yang lebih luas, maka pengusutannya harus dilakukan secara menyeluruh, tanpa pandang bulu, demi menjaga marwah hukum dan melindungi kepentingan masyarakat.




MAKI Jatim menyatakan siap mengawal proses tersebut secara kritis, independen, dan berbasis data. Karena dalam negara hukum, tidak boleh ada ruang bagi korupsi yang bersembunyi di balik program pemberdayaan ekonomi rakyat. (Bagas)
⚠ Disclaimer
Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
BERITA PILIHAN
Medicaid Expansion Improves Hypertension and Diabetes Control
Kombes Pol Rama Samtama Putra Pamit, Aktivis dan Masyarakat Banyuwangi Merasa Kehilangan
Berbagi di Bulan Ramadhan, Satlantas Bangkalan dan Ojol Perkuat Sinergi Ciptakan Kamselticarlantas