Kabar Baru
Lorenzo Anson Poedijono Founder Food Hope Indonesia Nyalakan Harapan Besar Untuk Negeri Lewat Edukasi Gizi
Aksi Heroik Warga Sarongan Gagalkan Penipuan Internasional, Kapolresta Banyuwangi Beri Apresiasi Khusus
Kelangkaan LPG Terjawab: Polresta Banyuwangi Bongkar Sindikat Pengoplos, Selamatkan Negara dari Kerugian Ratusan Juta
MAKI Jatim Soroti Celah Sistemik di ESDM Jatim: Tanda Tangan Basah dan Bypass Sekretariat Jadi Pintu Dugaan Pemerasan
Event “Ekspresi Gandrung” Digelar Gratis di Banyuwangi Park, Warga Antusias Hadir
Patroli Malam Polsek Ciwandan Berikan Himbauan Dan Cipta Kondisi Sitkamtibmas
Lorenzo Anson Poedijono Founder Food Hope Indonesia Nyalakan Harapan Besar Untuk Negeri Lewat Edukasi Gizi
Aksi Heroik Warga Sarongan Gagalkan Penipuan Internasional, Kapolresta Banyuwangi Beri Apresiasi Khusus
Kelangkaan LPG Terjawab: Polresta Banyuwangi Bongkar Sindikat Pengoplos, Selamatkan Negara dari Kerugian Ratusan Juta
MAKI Jatim Soroti Celah Sistemik di ESDM Jatim: Tanda Tangan Basah dan Bypass Sekretariat Jadi Pintu Dugaan Pemerasan
Event “Ekspresi Gandrung” Digelar Gratis di Banyuwangi Park, Warga Antusias Hadir
Patroli Malam Polsek Ciwandan Berikan Himbauan Dan Cipta Kondisi Sitkamtibmas
Memuat cuaca...
Berita

Refleksi Politik Michael Edy, Rakyat dan Partai Harus Sama-Sama Berubah

Refleksi Politik Michael Edy, Rakyat dan Partai Harus Sama-Sama Berubah
BANYUWANGI – Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto, melontarkan refleksi tajam soal dinamika politik di tengah masyarakat. Melalui video yang diunggah baru-baru ini, ia mengajak publik untuk tidak sekadar menjadi penonton dalam pesta demokrasi, melainkan aktor utama yang menentukan arah masa depan daerah dan bangsa.

Menurut Michael, masih banyak warga yang mengenal politik sebatas rutinitas lima tahunan. Padahal, kata dia, politik adalah instrumen strategis yang berpengaruh langsung terhadap kebijakan, pembangunan, hingga kesejahteraan masyarakat.

“Politik itu bukan hanya soal pemilu. Ini soal bagaimana arah kebijakan ditentukan dan siapa yang diberi mandat untuk menjalankannya,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya kedewasaan politik dalam menentukan pilihan. Jika masyarakat merasa kecewa terhadap figur yang pernah diberi amanah, ia menyarankan agar sikap itu diwujudkan secara rasional di bilik suara.

“Kalau masyarakat tidak senang dengan oknum yang terpilih, ya jangan dipilih lagi. Pilih yang baik, yang peduli pada rakyat. Itu sebenarnya sederhana,” tegasnya.

Michael juga menyoroti relasi timbal balik antara partai politik dan rakyat. Ia menilai perubahan tidak bisa hanya dituntut dari partai, tetapi juga harus lahir dari kesadaran pemilih. Menurutnya, kualitas demokrasi sangat ditentukan oleh kualitas pilihan masyarakat.

“Kalau Demokrat berubah tapi rakyat tidak berubah, itu sama saja omong kosong,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Michael turut menyampaikan pandangan strategis menghadapi Pemilu 2029. Ia menyebut kemenangan sebagai target yang realistis sekaligus bentuk tanggung jawab untuk memperluas ruang pengabdian kepada masyarakat. Namun ia menegaskan, kemenangan bukan tujuan akhir, melainkan sarana untuk menghadirkan kebijakan yang berpihak pada rakyat.

Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa Demokrat Banyuwangi mulai mengonsolidasikan kekuatan lebih dini. Di sisi lain, ajakan untuk membangun kesadaran politik publik menjadi pesan utama yang ingin ditegaskan: demokrasi yang sehat hanya bisa terwujud jika partai dan rakyat sama-sama berbenah.

Penulis Idham Holid
Editor Idham Holid

Catatan Redaksi

Setiap wartawan Media Indonesia Times dibekali ID Card resmi dan namanya tercantum dalam box redaksi. Apabila ada oknum yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun tidak dapat menunjukkan identitas resmi, segala tindakannya bukan menjadi tanggung jawab redaksi.

Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan, Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!