Kabar Baru
Polsek Kenjeran Gerak Cepat Ungkap Curanmor di Tambak Wedi, Pelaku dan Motor Curian Berhasil Diamankan
Ketum Fast Respon Counter Polri Apresiasi Dua Srikandi Banyuwangi Peraih Prestasi Musik Internasional di SMPK Santo Yusup
Tindakan Tegas Terukur, Polres Bondowoso Amankan Tersangka Perampokan Berclurit
Tindakan Tegas Terukur, Polres Bondowoso Amankan Tersangka Perampokan Berclurit
Polresta Malang Kota Amankan Komplotan Begal Motor Mahasiswa
“Kami Merasa Masih Disayangi”, Warga Binaan Lapas Pohuwato Apresiasi Jum’at Berkah YR TIM
Polsek Kenjeran Gerak Cepat Ungkap Curanmor di Tambak Wedi, Pelaku dan Motor Curian Berhasil Diamankan
Ketum Fast Respon Counter Polri Apresiasi Dua Srikandi Banyuwangi Peraih Prestasi Musik Internasional di SMPK Santo Yusup
Tindakan Tegas Terukur, Polres Bondowoso Amankan Tersangka Perampokan Berclurit
Tindakan Tegas Terukur, Polres Bondowoso Amankan Tersangka Perampokan Berclurit
Polresta Malang Kota Amankan Komplotan Begal Motor Mahasiswa
“Kami Merasa Masih Disayangi”, Warga Binaan Lapas Pohuwato Apresiasi Jum’at Berkah YR TIM
Cuaca
Memuat cuaca...
Opini

Menjaga Harap di Penghujung Ramadhan

Menjaga Harap di Penghujung Ramadhan
Oleh: Idham Holid

Di penghujung bulan suci Ramadhan, hati ini seakan bergetar lebih dalam dari hari-hari sebelumnya. Waktu terasa berjalan begitu cepat, meninggalkan jejak-jejak ibadah, doa, dan harapan yang kita rajut sejak awal bulan. Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi ruang refleksi untuk kembali mengenali diri, memperbaiki hati, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Tengah detail

Di detik-detik terakhir ini, terselip doa sederhana namun penuh makna: Ya Allah, panjangkan umur kami, sehatkan jasad kami, dan pertemukan kami kembali dengan Ramadhan tahun depan. Sebuah harapan yang mungkin terdengar ringan, namun sesungguhnya begitu dalam. Karena tidak semua orang diberi kesempatan untuk kembali merasakan indahnya bulan penuh ampunan ini.

Ramadhan mengajarkan kita arti kesabaran, keikhlasan, dan kepedulian. Ia hadir bukan hanya untuk menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih jiwa agar lebih peka terhadap sesama. Saat tangan terbiasa memberi, hati pun belajar untuk tidak lagi sempit. Saat lisan dijaga, kita mulai memahami betapa berharganya setiap kata.

Namun pertanyaannya, apakah semangat ini akan bertahan setelah Ramadhan pergi? Inilah tantangan terbesar kita. Banyak di antara kita yang khusyuk di bulan ini, tetapi kembali lalai setelahnya. Padahal, hakikat Ramadhan adalah menjadikan kita pribadi yang lebih baik secara berkelanjutan, bukan hanya sementara.

Penghujung Ramadhan adalah momentum evaluasi. Sudah sejauh mana kita berubah? Sudah seberapa tulus kita beribadah? Dan sudahkah kita benar-benar memaknai setiap kesempatan yang Allah berikan? Mari kita tutup Ramadhan ini dengan doa terbaik, dengan harapan yang tulus, dan dengan tekad untuk menjaga kebaikan yang telah kita bangun. Karena sejatinya, keberhasilan Ramadhan bukan terletak pada seberapa meriah kita menjalaninya, tetapi seberapa besar perubahan yang mampu kita pertahankan setelahnya.

Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan memberikan kita kesempatan untuk kembali bertemu dengan Ramadhan di tahun yang akan datang.

Aamiin ya Rabbal ‘alamin. 🤲

Id
Penulis Idham Holid
Id
Editor Idham Holid

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN

0:00 0:00