Kabar Baru
Tragis Dua Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk di Jalur Nasional Banyuwangi–Situbondo
Joker Law, Langkah Baru Leandra Isvara Untuk Generasi Anak Indonesia
Perkuat Sinergitas di Jawa Timur, Keluarga Besar FRN Sambut Hangat Kepulangan Ketua Umum dan Sekjen dari Kunjungan Kerja
Praktik Tangkap Lepas di Satreskoba KP3 Viral Berhembus, Simak Bro Klarifikasi AKP Adik Agus Putrawan, S.H., M.H
Kapolres Pohuwato Pimpin Rotasi Jabatan, Ini Pesan Pentingnya untuk Pejabat Baru
NTPN Tak Ada, 29 Tahun Bayar Pajak Dianggap Nol: FASIS Pertanyakan Ke Mana Uang Warga Surat Ijo"?"
Tragis Dua Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk di Jalur Nasional Banyuwangi–Situbondo
Joker Law, Langkah Baru Leandra Isvara Untuk Generasi Anak Indonesia
Perkuat Sinergitas di Jawa Timur, Keluarga Besar FRN Sambut Hangat Kepulangan Ketua Umum dan Sekjen dari Kunjungan Kerja
Praktik Tangkap Lepas di Satreskoba KP3 Viral Berhembus, Simak Bro Klarifikasi AKP Adik Agus Putrawan, S.H., M.H
Kapolres Pohuwato Pimpin Rotasi Jabatan, Ini Pesan Pentingnya untuk Pejabat Baru
NTPN Tak Ada, 29 Tahun Bayar Pajak Dianggap Nol: FASIS Pertanyakan Ke Mana Uang Warga Surat Ijo"?"
Memuat cuaca...
Berita

LPG 3 Kg Langka, Warga Banyuwangi di Ambang Putus Asa

LPG 3 Kg Langka, Warga Banyuwangi di Ambang Putus Asa
Tabung Gas LPG 3Kg. di Banywangi langkah dikeluhkan warga (net)

Banyuwangi  - Media Indonesia Times | Persoalan LPG 3 kg bersubsidi hingga kini belum juga tuntas. Sejak sepekan menjelang Hari Raya Idulfitri beberapa waktu lalu, masyarakat sudah dihebohkan dengan kelangkaan gas melon tersebut, dan hingga saat ini kondisi belum kembali normal sepenuhnya.

Keluhan datang dari salah satu warga, Soebardjo (80), seorang duda yang tinggal di RT 01/RW 03 Dusun Curah Palung, Desa Kradenan. Ia mengaku kesulitan mendapatkan LPG 3 kg, bahkan hanya untuk satu tabung guna kebutuhan memasak sehari-hari.

“Soalnya saya tinggal sendiri, tidak ada yang membantu. Mau cari satu tabung saja susah,” keluhnya.

Ironisnya, di samping rumahnya terdapat toko kelontong yang menjual LPG 3 kg. Namun menurutnya, ketersediaan stok di toko tersebut tidak menentu.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh para pengecer. Salah satunya Suharini, pemilik Toko Nirwana di RT 05/RW 06 Dusun Curah Pecah, Desa Purwoharjo, Kecamatan Purwoharjo.

Ia mengaku, biasanya mendapatkan pasokan sekitar 15 tabung LPG 3 kg dari pangkalan milik Saiful yang berlokasi di belakang Masjid Baitur Rohim, Purwoharjo. Namun sejak menjelang Idulfitri hingga sekarang, pasokan tersebut terhenti.

“Sudah lama tidak ada kiriman, jadi tidak bisa jual ke pelanggan,” ujarnya.

Tak hanya itu, Suharini juga mengeluhkan kondisi tabung LPG yang diterimanya sebelumnya. Ia menyebut sering menemukan segel plastik yang hilang, bahkan segel dalam yang sudah kendor.

“Kami curiga isinya juga berkurang, karena terasa lebih ringan,” tegasnya.

Hal serupa juga ditemukan di toko milik Teguh, warga Curah Pecah yang berada di sepanjang jalan raya yang sama. Ia mengatakan, biasanya mendapatkan pasokan penuh sebanyak 20 tabung dari pangkalan di Desa Bulurejo.

Namun sejak menjelang Idulfitri, pasokan yang diterima hanya sekitar 5 tabung per minggu, itupun tidak selalu datang tepat waktu.

“Kondisinya sekarang tidak menentu, sangat jauh dari biasanya,” ungkapnya.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa permasalahan ini tidak hanya terjadi di wilayah tersebut. Di Kecamatan Srono, banyak warga juga mengeluhkan hal serupa.

Sebagian besar masyarakat mengaku sudah berada di ambang keputusasaan menghadapi fenomena kelangkaan LPG 3 kg ini. Mereka berharap adanya tindakan nyata dari pihak berwenang.

Sebelumnya, Polresta Banyuwangi sempat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SPPBE wilayah Kecamatan Rogojampi dan menyatakan stok aman, isi sesuai takaran, serta segel dalam kondisi baik. Namun, kondisi di lapangan dinilai masih jauh dari harapan.

“Kalau memang aman, kenapa kenyataannya masih seperti ini?” keluh warga dengan nada kecewa.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersama jajaran Polresta, serta pihak Pertamina dan Ditjen Migas, dapat turun langsung melakukan pemeriksaan di lapangan, khususnya di wilayah Rogojampi hingga Banyuwangi selatan.

Harapan tersebut disampaikan agar persoalan LPG 3 kg bersubsidi ini segera menemukan solusi yang nyata dan menyeluruh.

Penulis Al Ashrof
Editor Tim Redaksi
Sumber Media Indonesia Times
Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!