Kabar Baru
Lorenzo Anson Poedijono Founder Food Hope Indonesia Nyalakan Harapan Besar Untuk Negeri Lewat Edukasi Gizi
Aksi Heroik Warga Sarongan Gagalkan Penipuan Internasional, Kapolresta Banyuwangi Beri Apresiasi Khusus
Kelangkaan LPG Terjawab: Polresta Banyuwangi Bongkar Sindikat Pengoplos, Selamatkan Negara dari Kerugian Ratusan Juta
MAKI Jatim Soroti Celah Sistemik di ESDM Jatim: Tanda Tangan Basah dan Bypass Sekretariat Jadi Pintu Dugaan Pemerasan
Event “Ekspresi Gandrung” Digelar Gratis di Banyuwangi Park, Warga Antusias Hadir
Patroli Malam Polsek Ciwandan Berikan Himbauan Dan Cipta Kondisi Sitkamtibmas
Lorenzo Anson Poedijono Founder Food Hope Indonesia Nyalakan Harapan Besar Untuk Negeri Lewat Edukasi Gizi
Aksi Heroik Warga Sarongan Gagalkan Penipuan Internasional, Kapolresta Banyuwangi Beri Apresiasi Khusus
Kelangkaan LPG Terjawab: Polresta Banyuwangi Bongkar Sindikat Pengoplos, Selamatkan Negara dari Kerugian Ratusan Juta
MAKI Jatim Soroti Celah Sistemik di ESDM Jatim: Tanda Tangan Basah dan Bypass Sekretariat Jadi Pintu Dugaan Pemerasan
Event “Ekspresi Gandrung” Digelar Gratis di Banyuwangi Park, Warga Antusias Hadir
Patroli Malam Polsek Ciwandan Berikan Himbauan Dan Cipta Kondisi Sitkamtibmas
Memuat cuaca...
Berita

Dugaan Peredaran Pil Koplo di Randuagung Picu Keresahan Warga

Dugaan Peredaran Pil Koplo di Randuagung Picu Keresahan Warga
LUMAJANG – Warga Desa Randuagung, Kabupaten Lumajang, menyampaikan keresahan atas dugaan maraknya peredaran obat-obatan terlarang jenis pil koplo di wilayah mereka. Aktivitas tersebut disebut telah berlangsung cukup lama dan menimbulkan kekhawatiran serius, terutama karena diduga mulai menyasar kalangan usia sekolah.

Sejumlah warga menyebutkan bahwa peredaran obat terlarang tersebut diduga melibatkan seorang warga berinisial IM, yang namanya sudah dikenal di lingkungan setempat.

Minimnya informasi mengenai langkah penindakan membuat sebagian masyarakat mempertanyakan efektivitas pengawasan di wilayah tersebut.

Kekhawatiran warga semakin meningkat lantaran lokasi yang diduga menjadi titik transaksi berada di sekitar fasilitas umum dan kawasan bersejarah, serta disebut berjarak relatif dekat dari kantor Polsek Randuagung. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik terkait pengawasan terhadap peredaran obat-obatan terlarang di tingkat desa.

Menanggapi informasi tersebut, Kanit Reskrim Polsek Randuagung, Aiptu Anggit, menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti laporan masyarakat. Ia menegaskan bahwa kepolisian terbuka terhadap setiap informasi yang disampaikan warga.

“Kami mengapresiasi informasi dari masyarakat. Meski saya baru sekitar satu bulan bertugas di sini, kami akan melakukan penyelidikan bersama Kanit Intel. Seluruh informasi akan kami dalami sesuai prosedur,” ujar Aiptu Anggit.

Sementara itu, salah seorang warga Randuagung berinisial IK mengungkapkan bahwa keresahan masyarakat telah dirasakan cukup lama. Ia berharap aparat penegak hukum segera mengambil langkah konkret demi mencegah dampak yang lebih luas.

“Kami khawatir karena ini menyangkut masa depan anak-anak. Harapan kami, pihak berwenang benar-benar hadir dan bertindak tegas apabila ditemukan pelanggaran hukum,” ujarnya.

Warga berharap aparat terkait dapat meningkatkan pengawasan dan melakukan penindakan secara tegas apabila dugaan tersebut terbukti, guna menciptakan rasa aman di tengah masyarakat serta melindungi generasi muda dari bahaya penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

(REDAKSI)

Penulis Idham Holid
Editor Idham Holid
Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!